Rabu, 25 Februari 2015

Geso-geso

Sebagai bagian dari kebudayaan, kesenian merupakan wujud ekspresif dari kebudayaan yg selalu berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Kini adalah zaman globalisasi, maka kesenian sebagai salah satu unsur kebudayaan tidak bisa terlepas dari pengaruh tersebut. Globalisasi merupakan suatu era yang memungkinkan dunia ini berubah menjadi sebuah desa global (global village). Pengaruh dari globalisasi ini, baik positif maupun negatif tanpa kita sadari telah masuk ke semua unsur kebudayaan.
Propinsi Sulawesi Tengah khususnya Kab. Tojo Una-Una yang awalnya bagian dari Kab. Poso sangat kaya dengan seni dan budaya. Mulai dari kebiasaan, adat-istiadat, hingga ciri khas makanan setiap daerah. Kekayaan seni tradisi ini hampir merata disemua pelosok desa dan kecamatan yg ada di Kab. Tojo Una-Una. Sayangnya, kekayaan tak ternilai ini ternyata banyak yang tak terpelihara dengan baik. Salah satunya adalah alat musik gesek " geso-geso" yang masih bisa dijumpai di Kec.Ulubongka Kab. Tojo Una-Una.
Geso-geso adalah alat musik berdawai satu yang dimainkan dengan cara di gesek. Selain nada yang dikeluarkann , bentuk alat musik ini sangat unik. Geso-geo terbuat dari kayu khusus yang kuat dan keras, ditambah tempurung yang dilapisi dengan kulit binatang sebagai membran pengeras bunyinya menjadikan alat musik ini sangat estetis. Alat geseknya terbuat dari serat kayu atau ijuk yang diikatkan pada sebilah kayu atau rotan. Alat musik gesek ini mampu menghadirkan suasana eksotis ini menjadi salah satu kesenian yang sangat menarik.
Sayang alat musik"geso-geso" ini jarang lagi digunakan saat mokayori pada upacara padungku (panen padi) karena pelaku (pemain) sudah tidak ada (jarang dijumpai) kalaupun ada peminat alat musik"unik" ini terbatas pada orang tua saja karena mereka lebih mengerti dan mau menikmatinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar